Akhir Tahun, Proyek-Proyek Unggulan di Pemalang Diprediksi Akan Selesai

IKMAL.ORG – Bupati Pemalang Junaedi didampingi sejumlah kepala OPD di lingkungan Kabupaten Pemalang meninjau langsung pembangunan unggulan di Kabupaten Pemalang. Adapun pembangunan gedung yang ditinjau yakni gedung DPRD, Masjid Agung, dan Pasar Randudongkal.

Dalam kesempatan itu Junaedi juga mengontrol kualitas bangunan, bahan yang digunakan dan menanyakan secara detail kapasitas ruangan gedung tersebut, Jumat, (03/07/20).

Junaedi, meninjau proyek pembangunan gedung DPRD baru di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Taman. Ditemani Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemalang, Sudaryono dan Kepala Pelaksana Proyek, Sutono, bupati berkeliling melihat satu per satu pekerjaan pembangunan proyek yang sedang dalam pengerjaan.

Menurut Junaedi, sesuai kontrak pembangunan gedung wakil rakyat baru ini adalah proyek multiyears dan ditargetkan selesai Desember tahun ini.

“Kami meninjau sejauh mana progres pembangunan sampai bulan Juni ini, saya lihat bangunan utama dan penunjang sudah diatas 45%, tinggal proses finishing,” ujarnya.

Pemkab berharap kalau sesuai perkiraan di Oktober atau November proyek sudah selesai. Pada hari Jadi Kabupaten Pemalang, 24 Januari 2021 sudah siap ditempati.

“Pembangunan di gedung DPRD Kabupaten Pemalang sudah masuk 75 persen, sedangkan di Masjid Agung sudah memasuki lebih dari 85 persen, dan di pasar Randudongkal Pembangunan sudah memasuki 67,4 persen,” ujarnya.

Selain itu, Junaedi mengungkapkan, penggunaan gedung dewan yang lama rencananya digunakan oleh sekertariat daerah.

“Gedung lama masih satu kompleks dengan kesekretariatan daerah, harapannya bisa digunakan untuk instansi perangkat daerah yang jaraknya berjauhan, kita akan jadikan satu agar kordinasinya lebih mudah,” katanya.

Yang menarik, gedung dewan baru ini terdapat ruang balai rakyat, yakni tempat khusus bagi masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasinya kepada anggota DPRD.

“Ini ruang balai rakyat, nanti kalau mau demo di sini, ruang paripurna juga nanti ada fasilitas untuk tamu undangan, intinya gedung baru ini di desain mirip gedung DPR MPR RI,” kata Junaedi.

Kepala Pelaksana Proyek PT Sasmito, Sutono mengaku optimistis dengan target yang diberikan Pemkab Pemalang. “Yang besar-besar sudah selesai, tinggal interior. Instalasi kabel sudah terpasang, nantinya akan disusul plafon dan lantai. Harapannya Desember sudah selesai 100%,” ujarnya.

Sebagai upaya percepatan, pihak pengembang mengambil berbagai langkah diantaranya menambah tenaga kerja, menambah jam kerja maraton siang malam pada pekerjaan di tempat yang memungkinkan.

“Dalam tahap penyesaian ini, kita perkiraan membutuhkan sekitar 300-an tenaga kerja per harinya, berasal dari Pemalang dan luar kota juga ada,” katanya.

Pembangunan gedung wakil rakyat itu membutuhkan anggaran keseluruhan Rp118 miliar dengan pembiayaan sistem multiyears (tahun jamak) dan dimulai proses pengurugan tahun 2017 lalu.

Setelah melakukan peninjauan proyek gedung dewan, bupati dan rombongan beranjak melanjutkan agenda selanjutnya yakni kunjungannya menuju proyek pembangunan masjid Agung dan proyek Pasar Randudongkal.

Sementara Pasar Randidongkal sendiri, untuk lantai 1 (dasar) terdiri dari deretan kios 138 unit dari berbagai ukuran, di lantai 2 terdapat tempat parkir yang menampung lebih dari 200 mobil dan motor, dan yang terakhir di lantai 3 terdiri dari ratusan lapak dengan meja beton berukuran 4 meter.

Kepada media, Junaedi mengatakan bahwa pembangunan Pasar Randudongkal merupakan upaya untuk memberikan pelayanan kepada para pedagang.

“Ini salah satu upaya memberikan pelayanan kepada para pedagang yang dulu merasa kurang nyaman dengan kondisi pasar yang kurang nyaman, maka kita mengambil kebijakan membangun pasar yang memberikan rasa nyaman kepada para pedagang,” ujarnya.

Junaedi menambahkan bahwa ia yakin rasa nyaman para pedagang maupun para pengunjung di pasar tersebut maka ekonomi saling mengisi dan berputar.

Menurut Junaedi, progres pembangunan pasar ini sudah mencapai 67,4 persen dari rencana 55,5 persen atau over target. Sehingga diharapkan bisa terselesaikan sebelum bulan Oktober 2020 sebagaimana kesepakatan kontrak. Junaedi pun optimis proyek pembangunan Pasar Randudongkal itu akan selesai sesuai target.

“Insyaallah optimis, semua saling memantau kok, pedagangnya juga memantau mengikuti perkembangannya, pelaksana di lapangan dari Diskoperindag juga memantau, makanya dalam era keterbukaan seperti sekarang ini untuk saling mengingatkan kalau memang belum memenuhi target,” ungkapnya.

Junaedi mengatakan bahwa nantinya pedagang yang ada di pasar sementara dipastikan bisa masuk ke dalam pasar baru yang sedang dalam proses pembangunan itu.

“Jadi insyaallah semua pedagang yang ada di pasar sementara bisa masuk di pasar ini,” pungkasnya.

#GedungDPRD#KabupatenPemalang
Comments (0)
Add Comment